rumah berbagi para pencari hikmah
Penyesalan, yang selalu datang terlambat itu, bisa bermula dari beraneka sebab. Dan hari ini, penyesalan yang akan saya kenang seumur hidup dan tak kan dapat saya tebus lagi itu bermula dari menunda sebuah kebaikan.
Betapa keteledoran yang menjadi sebab penyesalan saya itu sama sekali tidak sejalan dengan ujar para shalafus-shalih,
ما أحببت أن يكون معك فى الأخرة إفعله اليوم
وما كرهت أن يكون معك فى الأخرة أترك اليوم
Apa yang engkau suka untuk dibawa bersamamu ke akhirat, kerjakan sekarang juga. Dan apa yang engkau tidak suka dibawa bersamamu ke akhirat, tinggalkan sekarang juga.
Bagi Anda yang telah lulus S1, memiliki TOEFL minimal 500 (bisa menyusul), dan memiliki minat dan niat untuk mempelajari dan memperdalam ilmu dan wawasan di bidang keuangan islam (islamic finance), kini dibuka kesempatan untuk mengikuti program CIFP (Chartered Islamic Finance Professional) Angkatan III. Program ini merupakan kerjasama antara INCEIF (The International Centre for Education in Islamic Finance) Kuala Lumpur Malaysia dengan Departemen Ekonomi Syariah FE Universitas Airlangga Surabaya. Program disampaikan dalam Bahasa Inggris, baik dalam bentuk perkuliahan maupun tugas-tugas melalui sistem e-University (e-learning).
Lulusan CIFP berkesempatan meneruskan kuliah ke jenjang Master di INCEIF Malaysia ataupun Magister Keuangan Islam yang segera akan dibuka oleh DES FE Unair; disamping bekerja di Lembaga Keuangan Syariah sebagai tenaga profesional.
Bagi yang berminat diharap kehadirannya pada pertemuan dengan Rektor INCEIF Prof. Dr. Sayyid Othman al-Habsyi besok pada hari Senin, 1 Februari 2010 di Ruang Fajar Notonegoro FE Unair pukul 15.30 WIB untuk mendengarkan penjelasan tentang program ini sekaligus pendaftaran.
Mahasiswa INCEIF insyaAllah akan mendapatkan bantuan beasiswa (tidak penuh).
Wassalaam,
Bahtiar HS
Inilah irama musik yang selalu saya rindukan setiap kali membuka pagar pintu rumah saat pulang.
“Ayah datang! Ayah datang!” Bocah-bocah mungil itu lalu menghambur memeluk saya dengan tas ransel masih di pundak, menjabat dan mencium tangan saya. Mereka sepertinya sudah menunggu ayah mereka pulang di depan pintu itu semenjak selesai mandi sore. Senyum keceriaan di wajah mereka seketika membuat penat saya pergi entah kemana.
Surga itu bernuansa maskulin.
Sebagian orang berpendapat seperti itu, bahwa Al-Qur’an hanya menguraikan kenikmatan surgawi untuk kaum laki-laki saja. Salah satu buktinya adalah adanya iming-iming ganjaran untuk para lelaki surga berupa 70 isteri yang suci, perawan, dan berusia belia. Saya telah menuliskan tentang warisan 70 isteri ini pada posting sebelumnya. Dan posting kali ini adalah untuk menyambung pertanyaan Lukie, sahabat saya, melalui komentarnya tentang bagaimana halnya surga buat kaum hawa seperti dirinya?
Sudah lama saya tidak menulis di blog ini.
Bolak-balik Surabaya-Jakarta, urusan kantor. Banyak liburan — yang biasanya justru tidak libur, karena mengantar anak-anak jalan-jalan. Juga ibunya, tentu. Disamping itu, juga harus belajar keras untuk menghadapi final exam akhir Desember lalu — yang materi kedua matakuliah itu harus benar-benar saya baca mulai halaman pertama. Rasanya seperti membaca novel penuh misteri karangan seorang penulis baru yang juga baru saya kenal. Grotal-gratul, kata orang Jawa. Tertatih-tatih. Terbentur-bentur. Saya bahkan harus membuat jembatan keledai dengan Mind Mapping untuk setiap bahasannya dalam rangka mempermudah mengingat dan memahaminya.
Ada yang layak saya syukuri membuka cakrawala 2010 ini.
Ternyata Lomba KISAH 2009 yang sempat saya ikuti beberapa bulan yang lalu sudah ada pengumuman pemenangnya. Dan inilah yang saya syukuri. Jika sebelumnya sudah masuk 20 finalis, maka kini saya tak termasuk salah seorang pemenang utamanya. Bahkan 10 besar pun tidak.
Detik demi detik berlalu. Waktu seperti beringsut sedemikian pelahan. Bisa mematikan itu pun mengalir memasuki setiap lekuk tubuhnya yang bisa dijangkau. Sakit menggigit. Perih merambat hingga ke ulu hati. Kakinya pun kebas dan ngilu seperti kehabisan darah. Namun, lelaki itu tak bergerak sedikitpun demi melihat Rasulullah saw. tidur dengan nyenyak di pangkuannya. Tiba-tiba tanpa terasa air matanya mengembang karena tak kuat menahan sakit, luruh satu demi satu melewati pipinya, lalu menetes dan memercik pada raut muka Baginda Nabi di pangkuannya.
Lelaki kinasih itupun terkejut. Ia pun terbangun. Rintih lembut dan isak tertahan itu kini terdengar di telinganya. “Mengapa engkau menangis, wahai Abu Bakar?” tanyanya penuh keheranan.
Abu Bakar menjawab dengan suara tertahan, “Aku… aku digigit ular, ya Rasulullah!”
“Oh, mengapa engkau tidak mengatakannya padaku?” tanya Rasulullah sungguh.
Lelaki itu sejenak terdiam. Ia lantas menjawab, “Aku takut membangunkan engkau.”
![]() |
Mengucapkan
Selamat Memasuki Tahun Baru
1431 HijriyahSemoga tahun baru ini menjadi momentum kita untuk menjadikan “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” sebagai Hijrah Harian kita. Amin.
Bahtiar HS | owner Bahtiarhs.net
Sejak penampilannya di Pesta Blogger 2009 Oktober lalu, saya tak pernah mendengar berita lagi tentang Prita Mulyasari. Saya menduga kasusnya sudah selesai, begitu ia dibebaskan setelah mendekam 21 hari di tahanan. Karena toh kasus BLBI yang trilyunan rupiah pun, yang dulu sempat heboh, kini juga sudah tidak ada kabarnya lagi.
Tetapi rupanya saya salah sangka.
Baru membuka email di hari Senin ini, di sebuah ruangan salah satu departemen pemerintah di bilangan Sudirman, saya mendapatkan surprised: sebuah email dari Ibu Claudia Sitepu. Beliau adalah redaksi Kompasiana dari KCM (Kompas Cyber Media), penyelenggara iB Blogger Competition.
Sebagaimana telah saya singgung pada posting terdahulu, bahwa saya telah melaunching blog baru saya, i.finance, yang melulu berbicara tentang islamic finance (keuangan islam). Momen itu bertepatan dengan tenggat lomba iB Blogger Competition di Kompasiana untuk periode ke-2. Saya menulis sebuah posting perdana di blog tersebut yang kemudian saya ikutkan pula lomba itu. Pada pagi hari yang indah inilah, Ibu Claudia memberikan kabar menggembirakan buat saya via email terkait dengan lomba tersebut.
Apa isinya?