Yang Berani Bertarung Tumpes-Kelor

16 Jun 2009 In: Napak Tilas

Tiba-tiba sebuah genta bertalu di dalam masjid Nabi! Suaranya menjadi aneh di telinga kaum muslimin yang baru saja usai shalat ashar.

Rupanya utusan Nasrani dari Najran yang memukulnya. Mereka baru datang di Madinah. Enam puluh orang. Berjubah mewah dengan selendang dari sutra tersampir di pundak. Jari-jari mereka terhiasi cincin-cincin emas.

Tak ayal, suara pukulan genta itu terdengar bukan seperti tanda untuk bersembahyang, melainkan tabuhan genderang menantang perang!

Namun suara itu tidak lantas membuat ciut nyali, melainkan justru malah menaikkan darah ke ubun-ubun. Para sahabat sudah hendak bertindak. Tetapi, Nabi saw. mencegahnya. Ia memerintahkan kaum muslimin untuk membiarkan tamu dari Selatan itu melakukan sembahyang sesuai tradisi agama mereka, meski di dalam masjid.

Read the rest of this entry »

Viewed by visitors for: 60 times

Imunisasi Anak Cara Islam

Judul : Imunisasi Anak Cara Islam:
Melindungi Fisik, Akal, dan Mental Anak Secara Menyeluruh dan Syar’i
Penulis : Ahmad Syarifuddin
Penerbit : Tiga Satu Tiga, Sukoharjo
Edisi #1 : Jumadil Ula 1430 H | Mei 2009
ISBN : 978-979-17178-2-3
Tebal : 204 hal; 20,5 cm

Pada tahun 2003 pernah terbit sebuah buku berjudul “Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak” (Gramedia Pustaka Utama). Konon karena kontroversial, buku itu kini sulit didapat di pasaran. Ia memuat informasi yang mengejutkan tentang vaksinasi yang tidak pernah ditemukan pada media informasi apapun. Jika selama ini vaksinasi adalah suatu keharusan untuk dilakukan pada anak-anak kita dan diklaim aman bagi kesehatan mereka, maka buku itu justru mengatakan “Dalam hal vaksinasi anak, mencegah mungkin tidak lebih baik daripada menyembuhkan.”

Betapa tidak? Beberapa vaksin, tulis buku karya Stephanie Cave, M.D. bersama Deborah Mitchell itu, mengandung racun seperti air raksa (merkuri), aluminium, dan formalin. Beberapa vaksin dibuat dari jaringan manusia dari janin yang digugurkan, disamping menggunakan bahan-bahan haram lainnya. Perancis pada 1998 telah menghentikan program imunisasi dengan pemberian vaksin Hepatitis-B pada anak-anak sekolah karena kasus multiple-sklerosis yang terjadi pada mereka telah dikaitkan dengan vaksin itu. Sejak tahun 2000, Amerika telah menghentikan pemberian vaksin polio oral (tetes mulut) dan diganti dengan suntikan, karena terbukti justru menimbulkan hingga 10 kasus polio per tahun dan dituding menyebabkan gangguan serius pada sistem pencernaan, terutama penyumbatan usus. Anehnya, Indonesia justru masih gencar melaksanakan vaksinasi polio oral ini!

Mengingat betapa riskannya pemberian imunisasi, khususnya dengan cara vaksinasi yang ternyata mengandung potensi bahaya yang tidak pernah kita tahu sebelumnya ini – entah kerusakan yang ditimbulkan maupun keharaman mengkonsumsinya, maka perlu dicari model imunisasi yang lebih baik untuk anak-anak kita. Pada konteks inilah tepat kiranya kehadiran buku karya Ahmad Syarifuddin ini. Buku itu berjudul “Imunisasi Anak Cara Islam: Melindungi Fisik, Akal, dan Mental Anak Secara Menyeluruh dan Syar’i” (IACI).

Read the rest of this entry »

Viewed by visitors for: 114 times

Tanazu’ dan Belajar dari Perang Hunain

5 Jun 2009 In: Kultum

Setelah kaum Muslimin dapat membebaskan Makkah dan tinggal di sana selama dua minggu, maka pada tanggal 6 bulan Syawal tahun 8 H, mereka berangkat menuju Hunain. Hunain adalah sebuah perkampungan kecil berbentuk lembah, lebih dari satu hari perjalanan dari Makkah menuju Thaif. Di sana suku Hawazin, Tsaqif dan beberapa suku lainnya telah mempersiapkan sejumlah pasukan untuk menyambut kedatangan pasukan kaum muslimin.

Rasulullah saw. memimpin pasukan itu yang berjumlah tak kurang dari 12.000 orang; 10.000 orang dibawa Rasulullah saw. dari Madinah dan 2.000 orang yang terdiri atas orang-orang Makkah dan sekitarnya yang menyatakan masuk Islam saat futuhul Makkah. Barisan berjalan kaki dan barisan pasukan berkuda tentara Islam bergerak serentak diiringi barisan beratus unta yang membawa perbekalan makanan serta persenjataan lengkap. Tiap-tiap kabilah membawa benderanya masing-masing yang berkibar-kibar ditiup angin lembah padang pasir yang berbukit-bukit. Sementara setiap orang memegang pedang, busur gandewa berikut warastra penuh anak panah, ataupun tombak panjang bermata besi yang berkilat-kilat. Debu-debu beterbangan di setiap hentakan kaki-kaki mereka, membubung tinggi memenuhi langit, meninggalkan jejak yang panjang di belakang mereka.

Setiap wajah terlihat begitu bangga dan gembira. Bagaimanapun, baru sekali itu pasukan muslimin bergerak dalam jumlah yang begitu besar. Persenjataan lengkap. Persediaan makanan dan perlengkapan perang lebih dari cukup. Kekuatan mereka kini hampir empat puluh kali lipat dibanding jumlah mereka ketika menghadapi musuh pertama kali di medan perang Badar. Tak heran jika di sana-sini terdengar ungkapan, “Lan nughlabal yauma likatsratina.” Hari ini kita sudah kuat, tidak mungkin ada yang mampu mengalahkan kita. Di samping itu yang menjadi sasaran hanyalah Hunain. Apa artinya Hunain bila dibandingkan dengan pasukan hebat ini? Bukankah Makkah yang lebih kuat sudah bisa dikalahkan tanpa perlawanan?

Read the rest of this entry »

Viewed by visitors for: 114 times

Buku Oase Iman EramuslimAlhamdulillah. Mbak Rahmawati Mani dari Eramuslim Global Media hari ini mengirim email kepada saya dan menyatakan bahwa buku kumpulan tulisan Oase Iman Eramuslim.com telah beredar di toko-toko buku di Jabodetabek serta di pemesanan online eramuslim. Sementara untuk distribusi ke kota-kota lainnya sedang dalam proses.

Bagaimanapun saya harus turut merasa berbahagia dengan terbitnya buku ini. Karena salah satu dari ke-32 tulisan di dalam buku tersebut adalah tulisan saya. He he. ** narsis ON ** Judulnya: Pagar Sepiring Nasi.

Read the rest of this entry »

Viewed by visitors for: 120 times

Memenuhi permintaan dari Ust. Suherman Rosyidi untuk meng-upload materi kuliah shubuh di masjid dekat rumah, Sabtu, 9 Mei 2009 yang lalu, maka berikut di bawah ini saya tuliskan kembali materi tersebut. Materi ini tidak lain adalah intisari dari buku Menyongsong Umur 40 Tahun. Anggaplah materi ini sebagai resensi buku dimaksud. Semoga bermanfaat.

menyambut umur 40 tahunJudul: Menyambut Umur 40 Tahun: Tahap Terpenting Kehidupan Manusia
Penulis: Ahmad Syarifuddin
Terbit: Cetakan #1, Maulud 1430 H / Maret 2009
Tebal: xv+152 hal, 13 x 20 cm
Editor: Bahtiar HS
Layout: Mohd. Ayub Syafii
ISBN: 978-979-18698-0-5

***

Ketika Al-Qur’an menyebut sesuatu di dalam ayat-ayat-Nya, tentu ada yang sangat penting atau perlu diperhatikan terhadap sesuatu tersebut. Demikian juga ketika Al-Qur’an memberikan apresiasi tersendiri terhadap tahapan manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan di dalam ayatnya secara eksplisit. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Read the rest of this entry »

Viewed by visitors for: 151 times

Bahtiar HS

Engineer, pembaca, penulis, pencinta ilmu. Suami dari seorang istri dan Ayah dari 5 orang malaikat kecil.


Ikuti posting terbaru

Tulis email Anda:

delivered by FeedBurner

Kalender Posting

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Bahtiar Bergerak

Pesta Blogger 2008