rumah berbagi para pencari hikmah
Judul: Ayat-Ayat Semesta, Sisi-sisi Al-Qur’an Yang Terlupakan
Penulis: Agus Purwanto, D.Sc
Penerbit: Mizan, Bandung; Mei 2008
Tebal: +437 hal
“If you can not be the best, be the first.”
~ Agus Purwanto
Jika fenomena pergantian siang dan malam, terbit tenggelamnya matahari dan bintang-bintang, dan sabit purnamanya bulan di serangkaian malam adalah sesuatu yang biasa bagi kita, maka tidak demikian halnya bagi para ilmuwan sejati. Seperti lelaki ini.
Ia adalah Agus Purwanto, D.Sc (Doctor of Science). Dosen Fisika Teori pada Fakultas MIPA ITS Surabaya. Lulusan Hiroshima University, Jepang (S3, jurusan Fisika) dengan bidang minat sesuatu yang benak Anda dan saya pasti langsung dipenuhi tanda tanya: neutrino, teori medan temperatur hingga, dimensi ekstra dan kelahiran jagad raya asimetrik atau baryogenesis.
Namun Gus Pur, demikian ia biasa dipanggil, mungkin hanya akan menjadi ilmuwan seperti yang lain — berkutat di lab dengan gelas kimia, mikroskop, teleskop, dan berbagai ‘kop’ yang lain, diselingi asap berkepulan di sana-sini — jika saja tidak menggebrak dan mendobrak dunia ilmu (sains) yang terkungkung Barat kini. Ia telah melihat ketimpangan itu: bahwa sains telah dijauhkan sedemikian rupa dari Tuhan, Sang Kreator Tunggal. Dan ia segera berpaling kepada kitab suci (Al-Qur’an) seraya menemukan keterkejutan, bahwa kitab yang dipandang sebagian (besar) orang adalah kitab agama (fikih) itu memuat lebih dari seperlimanya ayat-ayat yang berbicara tentang sains. Ayat-ayat tentang Semesta. Dan ayat tentang hukum (agama) hanyalah 150 ayat saja!
Namun sayang seribu sayang, ayat-ayat semesta dalam Al-Qur’an, dalam arti ayat-ayat kauniyah, adalah ayat-ayat yang merana, karena diabaikan umat Islam dan praktis tidak pernah dibahas di dalam pengajian-pengajian atau seminar-seminar Islam. Di samping itu, fakta bahwa ilmuwan yang terkemuka di bidang sains saat ini sebagian besar datang dari Barat membuatnya sebagai seorang muslim tertantang. Jadilah ia masuk jurusan fisika dan menjadi ahli fisika. Jadilah ia seorang yang gandrung pada alam semesta, disamping sastra, sejarah, dan filsafat.
Dalam bukunya Ayat-Ayat Semesta ini, Gus Pur mencatat tak kurang dari 800 ayat Al-Qur’an mengandung petunjuk ke arah sains. Ini lebih banyak dibandingkan hitungan Syekh Jauhari Tanthawi, guru besar Universitas Kairo, Mesir, dalam bukunya: Al-Jawahir, yang menyebut adanya 750 ayat semesta di dalam Al-Qur’an — fakta yang dirujuk dan disitirnya selama 15 tahun, yang tentu membuatnya malu, lantas berusaha menghitung sendiri.
Maka jadilah buku Ayat-Ayat Semesta (AAS) ini.
Di awal bab dipampangkan ke-800 AAS tersebut. Baru kemudian ceritanya tentang semesta mengalir. Bukan seperti buku teks teori nan rumit, tetapi sudah diubahnya menjadi cerita yang mengalir, bisa diikuti dan dimengerti (tetapi bukan mudah lho!) sehingga bahkan membuat kita seperti enggan meletakkannya kecuali sudah sampai halaman terakhir. Inilah ilmuwan sejati: membuat yang sulit menjadi mudah dimengerti.
Ia bicarakan banyak hal. Fenomena siang malam, garis edar, berpasang-pasangan, Tuhan yang supersibuk, ketidakkekalan materi, menghunjam ke bumi, menembus langit, Isra’ Mi’raj, teleportasi, hingga bahasa makhluk (lain) sebagaimana dimengerti Nabi Sulaiman as. Semuanya berangkat dari ayat di dalam Al-Qur’an. Semuanya bermuara pada satu hal: bahwa sungguh Allah telah meletakkan dasar-dasar sains di dalam kitab-Nya yang telah diturunkan-Nya 14 abad silam!
Dengan bukunya ini, Gus Pur hanya berharap sederhana: masyarakat muslim berbondong-bondong mempelajari, mengembangkan, menguasai sains eksakta sebagai bagian dari tugas kekhalifahan manusia di atas bumi. Yang kini banyak diambil orang Barat.
Namun bagi mereka yang ingin lebih serius mempelajari sains, ia menganjurkan memahami dulu tiga hal: (1) sejarah (tradisi) Islam awal (Rasul saw. dan para sahabat) (2). bahasa Arab (nahwu-sharaf) dan (3). sejarah pemikiran/filsafat. Pfuih! Pra-syarat yang tidak mudah, ya?
Siapa ikut? []
Keterangan.
Gambar buku AAS diambil dari blog Pak Agus Purwanto: ayatayatsemesta.wordpress.com
Adi
May 8th, 2009 at 1:12 am
Matursuwun pak ayat2 semestanya…
[Reply]
bahtiarhs Reply:
May 12th, 2009 at 10:13 am
Lebih jos lagi jika baca bukunya Mas Adi. Terima kasih.
[Reply]
Lukie
January 18th, 2010 at 11:38 am
wah jadi pengen cari bukunya !
[Reply]
bahtiarhs Reply:
January 18th, 2010 at 1:50 pm
Semoga masih ada di toko buku. Saya mengucur air mata dalam beberapa bahasannya ketika saya baca di ketinggian 33.000 kaki di atas permukaan laut.
[Reply]