<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Menengok Skema Organ di Telapak Tangan</title>
	<atom:link href="http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/</link>
	<description>rumah berbagi para pencari hikmah</description>
	<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 01:18:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: bahtiarhs</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-4137</link>
		<dc:creator>bahtiarhs</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 20:45:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-4137</guid>
		<description>halah. ini juga cuma diajari teman, mas. sama baca-baca bukunya pak hembing. sederhana, tetapi bermanfaat. sampean juga bisa langsung praktek.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halah. ini juga cuma diajari teman, mas. sama baca-baca bukunya pak hembing. sederhana, tetapi bermanfaat. sampean juga bisa langsung praktek.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nawa</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-4126</link>
		<dc:creator>nawa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:44:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-4126</guid>
		<description>ternyata,menguntungkan bisa menyembuhkan keluarga ma orang lain.latihan dimana td??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ternyata,menguntungkan bisa menyembuhkan keluarga ma orang lain.latihan dimana td??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bahtiarhs</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-3944</link>
		<dc:creator>bahtiarhs</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:47:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-3944</guid>
		<description>Alhamdulillah, terima kasih telah mampir dan membaca. salam kenal juga mas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, terima kasih telah mampir dan membaca. salam kenal juga mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: HasruL</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-3907</link>
		<dc:creator>HasruL</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 04:50:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-3907</guid>
		<description>terimakasih infonya, sangat bermanfa'at bagi saya...
salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih infonya, sangat bermanfa&#8217;at bagi saya&#8230;<br />
salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lutfi</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-3318</link>
		<dc:creator>lutfi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:26:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-3318</guid>
		<description>matur nuwun ilmunya mas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>matur nuwun ilmunya mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurudin</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-26</link>
		<dc:creator>Nurudin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 00:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-26</guid>
		<description>Wah, cerita soal mabuk, saya mungkin jagonya, kalau orang-orang ( baca, preman ) biasa mabuk anggur, alkohol, kalau saya malah bensin ( hehehe...mabuk kendaraan ). 
Secara dulu, setiap naik mobil ( mo umum kek, mo tumpangan mobil pribadi kek ) maka mabuk itulah jaminannya. Meski sekarang sudah 'agak insyaf' tapi matur nuwun sanget, 'ilmu' ini layak untuk di coba.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, cerita soal mabuk, saya mungkin jagonya, kalau orang-orang ( baca, preman ) biasa mabuk anggur, alkohol, kalau saya malah bensin ( hehehe&#8230;mabuk kendaraan ).<br />
Secara dulu, setiap naik mobil ( mo umum kek, mo tumpangan mobil pribadi kek ) maka mabuk itulah jaminannya. Meski sekarang sudah &#8216;agak insyaf&#8217; tapi matur nuwun sanget, &#8216;ilmu&#8217; ini layak untuk di coba.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firdaus Effendy</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/09/menengok-skema-organ-di-telapak-tangan/#comment-25</link>
		<dc:creator>Firdaus Effendy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 23:01:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=202#comment-25</guid>
		<description>Ooo jadi itu toh rahasianya. Tiga belas tahun baru terjawab pertanyaan saya terhadap kehebatan perut Pak Khoirul.

Waktu itu ceritanya Pak Khoirul dan saya ngasih training Crew Examination di Sempati Halim. Ya sekitar 1995. Pas balik Surabaya dapat last flight dan paket dinnernya ada dessert macam rujak gitu. Sikat habis. Besok paginya saya tencrem. Pas ketemu di kantor Pak Khoirul saya tanya, "Tencrem pak?", jawabnya "Nggak tuh". 

Pengalaman kedua pas mendatangi undangan nikah Pak Agus Pratono. Bertiga Pak Khoirul, Pak Suhadi dan saya naik mobil ke Madiun. Pulangnya ada teman dari masjid dekat kantor yang numpang. Sampai Krian kita mampir warung Kupang Lontong, dibayari Pak Khoirul. Besok paginya saya tencrem, sebagai orang asli Sidoarjo yang doyan petis, baru kali ini saya tencrem setelah makan Kupang Lontong, berarti gawat banget tuh petisnya. Eh pagi itu juga Pak Suhadi telpon "Koen tencrem? aku tencrem rek". Tuh Pak Suhadi yang doyan petis saja juga tencrem, berarti beneran gawat nih petis. Berangkat kantor saya mampir masjid, eh teman yang numpang itu tencrem juga. Pasti Pak Khoirul juga tencrem nih. Tapi pas dikantor ketemu beliau segar bugar. "Tencrem pak?" "Nggak tuh".

Pengalaman ketiga cerita dari Pak Hendrik. Ceritanya suatu sore makan soto bareng di dekat kantor Kedung Baruk, pesertanya Pak Hendrik, Pak Khoirul dan beberapa teman. Pak Hendrik mengeluh sambalnya gawat bikin tencrem. Tapi Pak Khoirul sekali lagi nggak ada masalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ooo jadi itu toh rahasianya. Tiga belas tahun baru terjawab pertanyaan saya terhadap kehebatan perut Pak Khoirul.</p>
<p>Waktu itu ceritanya Pak Khoirul dan saya ngasih training Crew Examination di Sempati Halim. Ya sekitar 1995. Pas balik Surabaya dapat last flight dan paket dinnernya ada dessert macam rujak gitu. Sikat habis. Besok paginya saya tencrem. Pas ketemu di kantor Pak Khoirul saya tanya, &#8220;Tencrem pak?&#8221;, jawabnya &#8220;Nggak tuh&#8221;. </p>
<p>Pengalaman kedua pas mendatangi undangan nikah Pak Agus Pratono. Bertiga Pak Khoirul, Pak Suhadi dan saya naik mobil ke Madiun. Pulangnya ada teman dari masjid dekat kantor yang numpang. Sampai Krian kita mampir warung Kupang Lontong, dibayari Pak Khoirul. Besok paginya saya tencrem, sebagai orang asli Sidoarjo yang doyan petis, baru kali ini saya tencrem setelah makan Kupang Lontong, berarti gawat banget tuh petisnya. Eh pagi itu juga Pak Suhadi telpon &#8220;Koen tencrem? aku tencrem rek&#8221;. Tuh Pak Suhadi yang doyan petis saja juga tencrem, berarti beneran gawat nih petis. Berangkat kantor saya mampir masjid, eh teman yang numpang itu tencrem juga. Pasti Pak Khoirul juga tencrem nih. Tapi pas dikantor ketemu beliau segar bugar. &#8220;Tencrem pak?&#8221; &#8220;Nggak tuh&#8221;.</p>
<p>Pengalaman ketiga cerita dari Pak Hendrik. Ceritanya suatu sore makan soto bareng di dekat kantor Kedung Baruk, pesertanya Pak Hendrik, Pak Khoirul dan beberapa teman. Pak Hendrik mengeluh sambalnya gawat bikin tencrem. Tapi Pak Khoirul sekali lagi nggak ada masalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
