<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Hukum Pertama Bicara</title>
	<atom:link href="http://bahtiarhs.net/2008/11/hukum-pertama-bicara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahtiarhs.net/2008/11/hukum-pertama-bicara/</link>
	<description>rumah berbagi para pencari hikmah</description>
	<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 12:43:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Nurudin</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2008/11/hukum-pertama-bicara/#comment-1569</link>
		<dc:creator>Nurudin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:52:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=487#comment-1569</guid>
		<description>Kalau boleh berpendapat, saya setuju dengan hal ini, jika membaca dengan 'mata', maka gunakanlah telinga kita juga untuk 'membaca' baru kemudian berbicara/komentar. Bukankah sebuah respon yang tepat adalah setelah menangkap jelas apa yang bakal di respon. 
( Maaf, nyambung nga sih, kalo nda, delete aja Pak, daripada menuh-menuhin postingan )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau boleh berpendapat, saya setuju dengan hal ini, jika membaca dengan &#8216;mata&#8217;, maka gunakanlah telinga kita juga untuk &#8216;membaca&#8217; baru kemudian berbicara/komentar. Bukankah sebuah respon yang tepat adalah setelah menangkap jelas apa yang bakal di respon.<br />
( Maaf, nyambung nga sih, kalo nda, delete aja Pak, daripada menuh-menuhin postingan )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
