rumah berbagi para pencari hikmah
Seribu lebih blogger tumpah-ruah di auditorium besar itu! Dari seluruh Indonesia: Aceh, Borneo, Bali, Yogya, Solo, Ponorogo, Surabaya, dan tentu saja Jakarta. Bahkan ada undangan untuk blogger mancanegara: Malaysia, Singapura, Philipina, Australia, dan Amerika. Dengan MC Panji dan Yohana yang kompak dan kocak, menjadikan perhelatan akbar Pestablogger 2008 ini berlangsung dengan meriah. Hari itu, 22 Nopember 2008 di auditorium BPPT Jakarta.
Tak kurang 3 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu memberikan perhatiannya pada even nasional ini. Menbudpar, Menkominfo, dan Menristek. Tetapi, hanya Pak Kusmayanto Kadiman, Menristek, yang hadir. Kedua beliau yang lain diwakili dirjennya.
Di tengah seribuan blogger itu, ada satu pelajaran berharga yang saya dapatkan. Dan pelajaran berharga itu lebih ditegaskan kembali oleh Om Nukman Luthfie, saat sesi break out, yang mana saya ikut forumnya “Blog Your Brand.” Katanya, begitu menohok, “Kalau Anda datang ke sini tak ada yang kenal, tak ada yang ngajak foto bareng, itu berarti Anda bukan siapa-siapa.”
Saya merasa salah seorang yang ia maksud. Tetapi, ya apa daya. Memang tak seorang pun kenal saya di arena ini. Saya kenal beberapa nama seperti Om satu ini. Juga Badroni Yuzirman, pemilik Manet Busana Muslim, Ndorokakung, Enda Nasution, dan lainnya. Tetapi pasti mereka tak kenal saya. He he he.
“Beda dengan saya,” lanjut Om Nukman sombong bin kocak. “Baru datang sudah pada minta foto. Ayo, siapa yang tak kenal dengan Roni Yuzirman? Pasti pada kenal. Ayo, Ron. Berdiri, biar yang lain tahu.” Roni pun berdiri dengan senyum-senyum. Saya tahu dia dari blognya. Juga dari TDA. Tapi ya belum kenalan dengan orangnya. Si Om melanjutkan bualannya, “Meski orangnya tidak seganteng saya, omzetnya sudah milyaran dari blognya!”
Ya, perhelatan akbar itu telah membuka mata saya lebih lebar dan realistis. Kunjungan blog yang sudah 3000 an saat ini tidaklah bermakna apa-apa. Kata si Om, “Blog Anda baru punya potensi besar jika kunjungan per hari 1000 kunjungan atau lebih. Itupun yang berkunjung dan berkomentar hendaknya selalu lebih banyak orang baru, bukan orang-orang yang itu-itu saja.” Dan kunjungan blog saya belum sampai 100 per hari hingga saat ini. Masih sangat jauh dari berpotensi. Ihik.
Tertohok sih. Tetapi, kiranya itu sangat bermanfaat buat saya. Meski bukan siapa-siapa di arena perhelatan itu, tetapi kiranya saya boleh sedikit berbangga ikut menjadi saksi pestablogger 2008 itu. Semoga ke depan lebih baik. Ciao!
***
Beberapa jepretan di arena:
bahtiar
December 24th, 2008 at 3:20 pm
keren juga pak bahtiar hs ini ..
[Reply]
tontowi
December 27th, 2008 at 2:52 pm
hmm.. memang tujuan ngblog itu menjadi ’siapa-siapa’ ya mas ? :).. ato nyari omzet itu kali ya?.. Saya tahu mas Beh bukan (ingin) kedua2 nya :), tapi kok seakan2 mendukung menjadi kedua2 nya
[Reply]
Firdaus Effendy
December 28th, 2008 at 6:37 pm
Bener Cak Lis, aku merasa Mas Bahtiar ini agak melenceng visi menulisnya. Tulisan yang di blog speedy itu kurang enak dibaca, aku lebih seneng tulisannya yang disini. Mirip yang di MP. Tapi sudah lama nggak diupdate
[Reply]
bahtiarhs
December 29th, 2008 at 7:31 am
@tontowi, firdaus: terima kasih teman-teman. teman sejati adalah teman yang mengingatkan jika kita melenceng.
terus terang saat menulis posting ini tak ada terbersit niat melenceng itu. kalaupun hubungannya dengan daily hits, itu hanya bagian dari harapan saya agar apa yg saya tulis di blog ini bermanfaat buat “orang banyak”. lebih banyak, tentu lebih baik. itu yang saya maksud dengan “berpotensi”. tidak ada hubungannya dengan “milyar”-nya Roni.
tetapi memang setelah saya baca ulang, konotasi berpotensi itu tak sejalan dengan yang saya maksud. lebih dekat dengan kepopuleran dan lembar-lembar fulus. semoga comment ini bisa melengkapinya.
meski begitu, saya memandang bahwa “blog your brand” tetap penting. tinggal kembali ke niat kita.
kalau masalah rumah konten di speedy, memang isinya bukanlah bernuansa “hikmah” seperti tujuan saya menulis di sini. rumah konten lebih pada panduan untuk menulis yang bagus. jadi ya lebih “akademis”, pragmatis, teoritis, dan mungkin juga sedikit komersial. apalagi pada mulanya untuk tujuan lomba. jadi memang sangat berbeda.
tapi Anda berdua telah mengingatkan saya. dan itu sangat penting buat saya, seperti rambu lalu-lintas. dan memang, that’s what friends are for. terima kasih banyak. dan jangan berhenti mengkritik dan memberi saran saya.
bahtiarhs
[Reply]
tontowi
January 1st, 2009 at 10:43 am
Sebenarnya saya gak keberatan suatu saat menjadi ter(di)kenal dan dapet fulus2 dari blog hahaha.. Cuman kyknya jgn sampai jadi tujuan utama gitu.
Nha, tapi bagaimana dg para blogger profesional ya? tujuan dan profesinya memang seperti itu.
Bagaimana kita menempatkan ini dalam kerangka : berbagi, belajar, beraktualisasi, berjuang (mungkin), ikhlas, dan ber’untung’ (materi dan non), dst?
[Reply]