rumah berbagi para pencari hikmah
Judul: Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang
Penulis: Andrea Hirata (Tetralogi Laskar Pelangi)
Penerbit: Bentang, Yogyakarta (Nopember 2008)
Tebal: xii + 504 hal; 20,5 cm
Membaca Maryamah Karpov (MK) menjawab teka-teki saya tentang Laskar Pelangi. Alih-alih sebuah memoar seperti dilansir banyak media, termasuk Mizan sendiri yang menerbitkan buku itu, membaca MK justru membuat saya semakin yakin bahwa tetralogi itu sama dengan novel lainnya. Ia tak lebih dari sebuah karya fiksi.
Rasa penasaran saya dimulai ketika pertanyaan tentang siapa Lintang sebenarnya tak berjawab. Faktanya, Bu Muslimah dan Andrea dalam acara Kick Andy menjawab pertanyaan tentang Lintang hanya dengan senyuman dan satu kata: “Rahasia.” Apalagi sempat tersebar berita yang kontroversial, yakni pengakuan seorang Roxana yang mengaku sebagai istri Andrea; padahal penulis Laskar Pelangi itu mengaku dimana-mana sebagai seorang bujangan alias perjaka. Dari sinilah keraguan saya bahwa Laskar Pelangi hanyalah fiksi, bukan memoar ataupun otobiografi menguat.
Dan Maryamah Karpov adalah gongnya.
Betapa tidak? Banyak sekali hal-hal yang bagi saya memfiktifkan Laskar Pelangi pada MK — disamping beberapa ‘kejanggalan’ yang sangat mengganggu. Hal ini sudah dibahas oleh banyak orang di blog, sehingga saya tak perlu membahasnya lagi di sini.
Hanya yang paling membuat saya tak habis pikir jika ternyata MK di bawah ekspektasi saya — dan mungkin banyak orang — adalah:
Walhasil, MK telah membuat saya kecele. Jika pada Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor kita disuguhi dengan kekuatan mimpi, semangat berjuang dan pantang menyerah, maka pada MK kita disuguhi kekonyolan, humor, dan cerita-cerita yang dibesar-besarkan. Pada MK juga kita lihat adanya missing-link dengan tiga buku sebelumnya. Saya yang paling tidak kuat adalah ketika betapa berlembar-lembarnya Andrea menceritakan tentang julukan-julukan yang jamak di kalangan bangsa Melayu: Berahim Harap Tenang, Kamsir si Buta Dari Gua Hantu, Zainul Helikopter, dsb. Kalaupun perlu, apa harus sebanyak itu (hal 117 s.d. 150)? Saya rasanya tak ragu jika menyebut MK kedodoran dalam banyak hal.
Karena itu, tetralogi Laskar Pelangi ini bagi saya adalah cerita fiksi. Barangkali memang berangkat dari fakta-fakta real, tetapi fakta real itu telah diolah dan ditambahi dengan porsi fiktif yang cukup banyak juga. Bahkan cenderung hiperbolis. Untunglah klaim saya itu mendapatkan pembenaran, karena pada setiap cover buku tetraloginya itu, Andrea menulis bahwa tetralogi itu adalah “sebuah novel”, sebuah cerita fiksi.
Jadi, kini sudah jelas bukan?
Meski demikian, bagaimanapun kita harus angkat topi pada Andrea yang telah menyelesaikan tetraloginya. Bagaimanapun dalam sebuah karya tentu ada saja kekurangannya. Jadi lebih baik kita ambil baiknya saja. Satu diantaranya, yang bisa saya ambil: semangat dan ilmu dapat menaklukkan apapun! (hal 355). Hal itu tercermin pada kapal Mimpi-mimpi Lintang yang dibangun Ikal. Wallohu a’lam.
***
Keterangan.
Sumber gambar: diolah dari berbagai gambar di internet.
Lebih banyak informasi bisa didapat di alamat:
- http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=emagazine&year=2007&id=3&fid=36
- http://www.ocidbrass.com/2008/10/misteri-lintang-dan-laskar-pelangi.html
- http://gedeblog.net/2008/10/16/fakta-laskar-pelangi.php
- http://hot-selebriti.blogspot.com/2008/11/andrea-hirata-laskar-pelangi-status.html
Edy Sutikno
January 6th, 2009 at 11:19 am
Iyo, Mas… KLo di LP, SP and Edensor, Mereka yg memaksa aku membaca. KLo di MK aku yg terpaksa membaca… Sik jauh mending mbaca2 blog sampeyan…
Eh, akhirnya bisa nonton film LP di Apolo etan alun2…
Hehehehee.
Salam,..
[Reply]
Muhammad N.
January 13th, 2009 at 12:59 pm
Saya yang baru mbaca LP, jadi kurang minat lagi, masih mending mbaca Jejak-Jejak Surga Sang Nabi II ( di tunggu buku lanjutannya Pak )
[Reply]
lindawati
February 2nd, 2009 at 4:32 pm
kebetulan banget nemu tulisan orang yang seide dengan saya. pdhl saya sampe bela2in inden buku ini, sblm terbit udah pesen. tapi setelah membaca beberapa halaman aja, saya tau buku ini beda banget kualitasnya dengan 3 buku sebelumnya. agak sedikit kecewa sih, krn terlanjur over estimate.
oya pak, sekali saya nanya (sblmnya udah nanya di blog yang lain), istri bapak itu beneran farida megalini dari bangkalan, madura? kalo bener, sampaikan salam saya. dulu kami pernah sekelas waktu kelas 1 sma. mudah2an beliau masih inget saya.
terimakasih..
[Reply]
Ali Muakhir
February 8th, 2009 at 5:41 am
Buat saya, yang terbaik dari tetralogi ini ya … LP … yang laen? Mas Beh bisa jawablah …
[Reply]