Iseng-iseng membuat footprint (jejak langkah) saya hingga detik tanggal 17 Agustus 2009 ketika saya pergi ke Manado, negeri lebih timur dari yang paling timur yang pernah saya kunjungi. Saya bedakan antara perjalanan ke suatu daerah menggunakan transportasi darat (kendaraan/mobil, kereta api), kapal laut, atau pesawat udara.

Dari footprint yang saya buat ini ternyata masih ada yang terlupa, yakni perjalanan dengan lanting (rakit bambu suku Dayak) di sungai Amandit dari Loksado ke Kandangan Kalimantan Selatan. Meski hanya 15 km dalam waktu sekitar 1 jam, tetapi pengalaman berakit-rakit di sungai pedalaman Kalimantan yang masih ‘perawan’ dengan guide orang Dayak asli setempat merupakan sejarah hidup yang tak terlupakan.

Inilah jejak-jejak saya hingga detik ini.

footprint bahtiar

Crowded juga ya? Tetapi yang pasti, setiap jejak pasti menyimpan cerita spesialnya sendiri-sendiri. Kalau diceritakan satu demi satu, wah blog ini bisa berisi cerita petualang saja. Narsis lagi! Nggak ah! Saya hanya akan ceritakan — atau sebagian sudah — yang sekiranya bisa diambil hikmah atau ibrah, sesuai dengan maksud dibuatnya blog ini. Insya Allah. Suatu saat. Suatu ketika.

***

Keterangan.
Sumber gambar: buatan sendiri. Koleksi pribadi.

Bookmark and Share