<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ia yang Tak Pernah Bosan Menelepon</title>
	<atom:link href="http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/</link>
	<description>rumah berbagi para pencari hikmah</description>
	<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 19:29:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: bahtiarhs</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-4244</link>
		<dc:creator>bahtiarhs</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 22:25:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-4244</guid>
		<description>begitulah mas moelky. kita-kita ini anak-anak yang kurang berterima kasih pada ibu kita. sampean ki ya rada kebangeten, wis telpone gratis ya jarang telpon. kalau ibuku bisa fesbukan di rumah gitu mkn tiap kali akan aku sapa.

makasih telah sudi mampir di konter saya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>begitulah mas moelky. kita-kita ini anak-anak yang kurang berterima kasih pada ibu kita. sampean ki ya rada kebangeten, wis telpone gratis ya jarang telpon. kalau ibuku bisa fesbukan di rumah gitu mkn tiap kali akan aku sapa.</p>
<p>makasih telah sudi mampir di konter saya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: moelky</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-4237</link>
		<dc:creator>moelky</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 12:32:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-4237</guid>
		<description>sama om bah....justru saya yg kerja dibagian pertelepunan juga jarang telpun Ibu Tercinta, justru Ibuku yang selalu mengkhawatirkanku...sekarang telpon ah wong gratis aja kok. thanks telah mengingatkan
salam buat keluarga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sama om bah&#8230;.justru saya yg kerja dibagian pertelepunan juga jarang telpun Ibu Tercinta, justru Ibuku yang selalu mengkhawatirkanku&#8230;sekarang telpon ah wong gratis aja kok. thanks telah mengingatkan<br />
salam buat keluarga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abi Sabila</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-3955</link>
		<dc:creator>Abi Sabila</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:35:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-3955</guid>
		<description>Alahmdulillah, selama ini saya sering menelpon ataupun ditelpon oleh Ibu, bukan karena bapak tak ingin menelpon atau ditelpon, tapi karena pendengaran bapak yang sudah berkurang karena faktor usia, sehingga saya lebih sering berkomunikasi melalui telfon dengan ibu. 

Dan selama Ramadhan, hampir setiap pagi sebelum sahur, hal pertama yang biasa saya lakukan adalah menelpon ibu, menanyakan apakah ibu dan bapak sudah sahur. dan meskipun jawabannya selalu "sudah, ibu dan bapak sudah sahur" namun beliau tak pernah merasa bosan, terbukti dengan mengalirnya obrolan yang menjadi 'menu tambahan' penyemangat sahurku.

Jika Pak Bahtiar berjanji akan menelpon ibu setiap minggu pagi, pastikan itu adalah paling minim diantara kesibukan yang dilakukan, dan ketika ada waktu tak usahlah harus menunggu minggu pagi, karena kapanpun saya yakin ibu akan selalu menjawabnya dengan segenap kasih dan sayangnya. ( jangan lupa pula, untuk membelikan pulsanya ya Pak. hehehehehe.......)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alahmdulillah, selama ini saya sering menelpon ataupun ditelpon oleh Ibu, bukan karena bapak tak ingin menelpon atau ditelpon, tapi karena pendengaran bapak yang sudah berkurang karena faktor usia, sehingga saya lebih sering berkomunikasi melalui telfon dengan ibu. </p>
<p>Dan selama Ramadhan, hampir setiap pagi sebelum sahur, hal pertama yang biasa saya lakukan adalah menelpon ibu, menanyakan apakah ibu dan bapak sudah sahur. dan meskipun jawabannya selalu &#8220;sudah, ibu dan bapak sudah sahur&#8221; namun beliau tak pernah merasa bosan, terbukti dengan mengalirnya obrolan yang menjadi &#8216;menu tambahan&#8217; penyemangat sahurku.</p>
<p>Jika Pak Bahtiar berjanji akan menelpon ibu setiap minggu pagi, pastikan itu adalah paling minim diantara kesibukan yang dilakukan, dan ketika ada waktu tak usahlah harus menunggu minggu pagi, karena kapanpun saya yakin ibu akan selalu menjawabnya dengan segenap kasih dan sayangnya. ( jangan lupa pula, untuk membelikan pulsanya ya Pak. hehehehehe&#8230;&#8230;.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bahtiarhs</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-3892</link>
		<dc:creator>bahtiarhs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:33:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-3892</guid>
		<description>Alhamdulillah, mbak zum. Tetapi masih banyak, sangat banyak bahkan, sesuatu yang menjadi cita-cita saya untuk mereka, namun belum terlaksana. Pinta saya, moga Allah mengabulkan semua harapan saya itu.

Birrul walidain utamanya ketika mereka masih sugeng. Tetapi kalaupun toh sudah tidak ada, kita masih bisa mendoakannya, bukan? Mbak Zum pasti tak pernah lupa melakukannya untuk orang tua panjenengan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, mbak zum. Tetapi masih banyak, sangat banyak bahkan, sesuatu yang menjadi cita-cita saya untuk mereka, namun belum terlaksana. Pinta saya, moga Allah mengabulkan semua harapan saya itu.</p>
<p>Birrul walidain utamanya ketika mereka masih sugeng. Tetapi kalaupun toh sudah tidak ada, kita masih bisa mendoakannya, bukan? Mbak Zum pasti tak pernah lupa melakukannya untuk orang tua panjenengan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bahtiarhs</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-3891</link>
		<dc:creator>bahtiarhs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:29:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-3891</guid>
		<description>Lagi teringat Ibu, Mas. Spontaneously.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi teringat Ibu, Mas. Spontaneously.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zum</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-3889</link>
		<dc:creator>zum</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 14:30:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-3889</guid>
		<description>berbahagialah... yang masih punya ibu.... karena kita masih diberi kesempatan untuk birrul waalidain.... sebab, penyesalan selalu datang terlambat ( tentu Lek Darmi bangga punya anak yang dapat dibanggakan seperti sampeyan....)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berbahagialah&#8230; yang masih punya ibu&#8230;. karena kita masih diberi kesempatan untuk birrul waalidain&#8230;. sebab, penyesalan selalu datang terlambat ( tentu Lek Darmi bangga punya anak yang dapat dibanggakan seperti sampeyan&#8230;.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tontowi</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/09/ia-yang-tak-pernah-bosan-menelepon/#comment-3887</link>
		<dc:creator>tontowi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 16:06:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1089#comment-3887</guid>
		<description>loh, kirain cerita selanjutnya tentang si Dia yg selalu menelpon kita, tapi jarang kita 'angkat', dan kita juga jarang terus menerus menelponNya :)..... (biasa nya kan ceritanya begitu mas)... 
Soal Ibu, bener, kita sering kalah dg kesibukan sendiri..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>loh, kirain cerita selanjutnya tentang si Dia yg selalu menelpon kita, tapi jarang kita &#8216;angkat&#8217;, dan kita juga jarang terus menerus menelponNya :)&#8230;.. (biasa nya kan ceritanya begitu mas)&#8230;<br />
Soal Ibu, bener, kita sering kalah dg kesibukan sendiri..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
