<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Syukur, Terima Kasih, dan Gelas yang Selalu Terisi</title>
	<atom:link href="http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/</link>
	<description>rumah berbagi para pencari hikmah</description>
	<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 04:29:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: bowo</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/#comment-4042</link>
		<dc:creator>bowo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:57:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1156#comment-4042</guid>
		<description>Saya suka ungkapan &lt;i&gt; ...  syukur yang “ramai”, yang “bergerak” dan “menggerakkan” ... &lt;/i&gt;, syukur itu dinamis.
Dan saya juga suka ungkapan &lt;i&gt; ...syukur” itu artinya “terima kasih” ...Setelah menerima, lalu jangan lupa ngasih...&lt;/i&gt;
Barangkali bagian tersulit adalah perasaan menerima &lt;B&gt;anugerah&lt;/b&gt;, bukan lagi menerima pemberian. Anugerah karena bentuk yang diterima dan subyek Pemberinya adalah sesuatu yang luar biasa.Karena dengan merasakan hal itu akan melahirkan perasaan sensasi yang luar biasa juga.
Dan disusul mengasihi/kan anugerah untuk mendorongan melahirkan suatu sensasi luar biasa yang lain memanfaatkan anugerah itu. 
Layaknya mendapat baju baru yang istimewa, entah dari harganya yang luar biasa atau momennya yang luar biasa. Atau bahkan baju itu berasal dari seseorang yang luar biasa kita kagumi. 
Rasa terima kasih  akan diawali berupa sensasi mendapatkan baju itu yang tak terkira. Ekspresinya barangkali akan berragam dari sekedar senang sepanjang hari, atau bercerita ke seluruh sanak kerabat kita jauh maupun dekat.
Kelanjutan dari rasa ini adalah keinginan mewujudkan rasa terima kasih ini untuk mewujudkan sensasi luar biasa yang lain dengan menggunakan baju itu pada event-event khusus sebagai tanda penghargaan yang sangat kepada pemberian itu. 
Jadi memberikan sesuatu kepada yang lain hanya sebagai bagian dari ungkapan kasih kita setelah menerima. Puncaknya bersyukur, saya rasa, dua hal merasakan sensasi menerima anugerah dan menjadikan anugerah itu hal yang mendatangkan kebaikan kepada yang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka ungkapan <i> &#8230;  syukur yang “ramai”, yang “bergerak” dan “menggerakkan” &#8230; </i>, syukur itu dinamis.<br />
Dan saya juga suka ungkapan <i> &#8230;syukur” itu artinya “terima kasih” &#8230;Setelah menerima, lalu jangan lupa ngasih&#8230;</i><br />
Barangkali bagian tersulit adalah perasaan menerima <b>anugerah</b>, bukan lagi menerima pemberian. Anugerah karena bentuk yang diterima dan subyek Pemberinya adalah sesuatu yang luar biasa.Karena dengan merasakan hal itu akan melahirkan perasaan sensasi yang luar biasa juga.<br />
Dan disusul mengasihi/kan anugerah untuk mendorongan melahirkan suatu sensasi luar biasa yang lain memanfaatkan anugerah itu.<br />
Layaknya mendapat baju baru yang istimewa, entah dari harganya yang luar biasa atau momennya yang luar biasa. Atau bahkan baju itu berasal dari seseorang yang luar biasa kita kagumi.<br />
Rasa terima kasih  akan diawali berupa sensasi mendapatkan baju itu yang tak terkira. Ekspresinya barangkali akan berragam dari sekedar senang sepanjang hari, atau bercerita ke seluruh sanak kerabat kita jauh maupun dekat.<br />
Kelanjutan dari rasa ini adalah keinginan mewujudkan rasa terima kasih ini untuk mewujudkan sensasi luar biasa yang lain dengan menggunakan baju itu pada event-event khusus sebagai tanda penghargaan yang sangat kepada pemberian itu.<br />
Jadi memberikan sesuatu kepada yang lain hanya sebagai bagian dari ungkapan kasih kita setelah menerima. Puncaknya bersyukur, saya rasa, dua hal merasakan sensasi menerima anugerah dan menjadikan anugerah itu hal yang mendatangkan kebaikan kepada yang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abi Sabila</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/#comment-4030</link>
		<dc:creator>Abi Sabila</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 05:45:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1156#comment-4030</guid>
		<description>diumpamakan dengan gelas, rejeki kita memang sudah ada ukurannya. satu saat rejeki akan datang lebih banyak dari pada wadahnya, tinggal bagaimana kita menyikapinya. akankah kita biarkan tumpah ruah tanpa kita sendiri tak bisa menikmatinya, ataukah akan kita bagi, kita pindahkan ke gelas orang lain agar menjadi lebih bermakna dan barokah. bukankah rejeki yang banyak tidak selamanya, satu saat gelas kita tak pernah bisa terisi penuh, dan disaat seperti inilah sikap berbagi dari orang lain yang akan mencukupi gelas kita. jadi mulailah berbagi, maka orangpun akan berbagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>diumpamakan dengan gelas, rejeki kita memang sudah ada ukurannya. satu saat rejeki akan datang lebih banyak dari pada wadahnya, tinggal bagaimana kita menyikapinya. akankah kita biarkan tumpah ruah tanpa kita sendiri tak bisa menikmatinya, ataukah akan kita bagi, kita pindahkan ke gelas orang lain agar menjadi lebih bermakna dan barokah. bukankah rejeki yang banyak tidak selamanya, satu saat gelas kita tak pernah bisa terisi penuh, dan disaat seperti inilah sikap berbagi dari orang lain yang akan mencukupi gelas kita. jadi mulailah berbagi, maka orangpun akan berbagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Imam suhadi</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/#comment-4029</link>
		<dc:creator>Imam suhadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:26:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1156#comment-4029</guid>
		<description>Bersyukur memang sebuah kata yg sudah sering kita dengar dan gampang kita ucapkan,tetapi pengamalannya sangat perlu pembelajaran dan latihan yg sungguh-sungguh.Pendekatan makna Syukur dengan terima kasih -menerima kemudian mengasihkan- adalah sebuah metode agar kita lebih mudah untuk mengamalkan syukur tersebut.
Bagaimana Pak Bahtiar apa boleh saya menafsirkan demikian?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bersyukur memang sebuah kata yg sudah sering kita dengar dan gampang kita ucapkan,tetapi pengamalannya sangat perlu pembelajaran dan latihan yg sungguh-sungguh.Pendekatan makna Syukur dengan terima kasih -menerima kemudian mengasihkan- adalah sebuah metode agar kita lebih mudah untuk mengamalkan syukur tersebut.<br />
Bagaimana Pak Bahtiar apa boleh saya menafsirkan demikian?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali lanthoq</title>
		<link>http://bahtiarhs.net/2009/10/syukur-terima-kasih-dan-gelas-yang-selalu-terisi/#comment-4026</link>
		<dc:creator>Ali lanthoq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiarhs.net/?p=1156#comment-4026</guid>
		<description>Ass..mas, artikelnya bagus sedikit tapi langsung nancap, tapi bagaimana caranya kita memberi yang ikhlas, kita lupakan imbalan2 itu, masalhnya kalo ingat imbalan/balasan kan
Jadi tdk ikhlas. Tolong berikan tip nya. Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass..mas, artikelnya bagus sedikit tapi langsung nancap, tapi bagaimana caranya kita memberi yang ikhlas, kita lupakan imbalan2 itu, masalhnya kalo ingat imbalan/balasan kan<br />
Jadi tdk ikhlas. Tolong berikan tip nya. Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
