Hari-hari ini, saya sedang dikejar target membuat proposal tentang Sistem Penunjang Keputusan (decision support system) untuk perencanaan dan kebutuhan personil pada sebuah institusi. Buku Tugas Akhir (TA) saya, yang dikirim Ayah dari Ponorogo telah tiba. Soalnya copy buku itu di kantor atau rumah saya, hard maupun soft-nya, raib entah kemana. Untung masih ada satu hardcopy lagi di rumah orang tua saya — mereka pajang di lemari tamu!

Buku itulah yang kini saya buka kembali, mengingat TA saya dulu berkaitan dengan DSS untuk perencanaan dan pengendalian kebutuhan sumber daya awak kabin pesawat. Ya, mirip-miriplah dengan proposal itu. Apalagi dulu TA saya dapat ‘A’. Bukan apa, karena para dosen penguji tidak banyak yang paham tentang dunia airline. Jadi kelihatannya saja hebat. Padahal program saya masih ada sedikit “bug”. Alhamdulillah, Allah tidak berkenan memperlihatkan bug itu ketika demo di hadapan mereka.

Ketika membuka halaman-halaman yang sudah mulai menua itu (1997-2009), saya menemukan kembali satu halaman sisipan dari sekian banyak sisipan — inilah salah satu jawabannya ketika banyak teman berkomentar dan bertanya-tanya, “Buku TA-mu setebal itu isinya apa saja?” Sementara mereka menimang buku TA mereka yang hanya seperempat tebalnya dari buku TA saya. He he he.

Sisipan itulah yang kini saya kutipkan kembali untuk Anda. Siapa tahu berguna.

Di Atas Pasir

Kata seseorang kepada kawannya,
“Kala laut pasang, dulu, dengan ujung tongkat aku menulis sebaris syair di atas pasir. Orang-orang berhenti dan membacanya. Mereka pun melangkah dengan hati-hati agar jangan sampai menghapusnya.”

Kawannya menyahut,
“Aku juga menulis sebait syair di atas pasir, tapi kala itu laut sedang surut. Dan ketika laut pasang, maka laut luas itu menghapusnya. Tetapi katakanlah, apa yang kau tulis itu?”

Orang pertama tadi menjawab, “Aku menulis seperti ini: ‘Aku adalah Dia‘. Dan apa yang kautulis?”

Kawannya pun berkata, “Aku menulis seperti ini: ‘Aku hanyalah setitik dari laut luas ini‘.”

~Kahlil Gibran. Sang Musafir. PT Dunia Pustaka Jaya: Jakarta, 1994. Hal 30.

Nah, dari sisipan ini, mungkin Anda sudah bisa menerka-nerka, kira-kira apa isi 3/4 buku TA saya yang sebenarnya. Aha! Benar. Puisi. Atau setidaknya, cerita pendek!

***

Bookmark and Share